Jumat, 09 November 2012

Reaksi Oksidatif


            Reaksi oksidasi pada senyawa organik telah banyak dipelajari sebagai salah satu reaksi kimia yang penting, karena produk yang dihasilkan mempunyai banyak manfaat dalam berbagai hal. Pada setiap reaksi oksidasi hampir selalu dibutuhkan energi aktivasi yang cukup tinggi, oleh karena itu dibutuhkan katalis yang berperan dalam menurunkan energi aktivasi tersebut. Katalis merupakan suatu zat yang mempercepat laju reaksi kimia  tanpa terpakai oleh reaksi itu sendiri, di mana suatu katalis berperan dalam reaksi tapi bukan sebagai pereaksi ataupun produk. Katalis memungkinkan reaksi berlangsung lebih cepat atau pada suhu yang lebih rendah, dengan cara menyediakan suatu jalur pilihan dengan energi aktivasi yang lebih rendah, sehingga mengurangi energi yang dibutuhkan untuk proses reaksi. Katalis banyak digunakan dalam proses industri seperti dalam pengilangan minyak bumi dan proses produksi bahan kimia. Katalis juga digunakan dalam proses produksi makanan, pembangkit listrik tenaga nuklir, kendaraan, dan untuk kegiatan pengendalian pencemaran.
            Dalam proses kilang minyak bumi, katalis yang banyak digunakan adalah katalis reforming, isomerasi dan hydrocracking. Untuk industri kimia, kebanyakan katalis yang digunakan adalah katalis yang membantu pembentukan (syntetic catalysts) seperti katalis hidrogenasi, katalis oksidasi,dan lain-lain. Untuk bidang lingkungan, katalis tertentu dapat digunakan untuk mendestruksi senyawa yang menghasilkan bau sehingga berfungsi sebagai deodorant. Ada juga katalis yang bisa memecah rantai senyawa organic volatile (VOC) yang berbahaya sehingga dapat digunakan untuk destruksi senyawa berbahaya tersebut. Katalis heterogen yang merupakan katalis yang berada dalam fase berbeda dengan substratnya, dewasa ini banyak digunakan di industri-industri karena pemisahan dan daur ulangnya yang lebih mudah daripada katalis homogen yang berada dalam fase yang sama dengan substratnya, di samping itu juga ramah lingkungan dalam pembuangan katalis yang telah dipakai. Katalis heterogen mempromosikan reaksi dengan reaktan berwujud gas atau cair dalam kontak dengan material padat. Salah satu bentuk katalis padat yang sering dipakai adalah katalis dengan support di mana material katalis aktif didispersikan melalui permukaan padatan. Alumina dipercaya menjadi salah satu support terbaik sebab dari luas permukaannya dan kekuatan mekaniknya yang tinggi. Campuran oksida biner dari TiO2 dan Al2O3 telah digunakan sebagai katalis untuk berbagai reaksi seperti dehidrasi, oksidasi alkohol, isomerisasi dan hidrogenasi. Selain itu, campuran oksida biner ini ternyata memiliki keunggulan antara lain memiliki luas permukaan yang tinggi dan kestabilan termal yang baik.
             Berdasarkan hal tersebut, maka pada penelitian ini akan digunakan katalis TiO2 dengan support Al2O3 (TiO2-Al2O3) dalam reaksi oksidasi katalitik gugus OH sekunder pada 2-butanol untuk menghasilkan 2-butanon.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar