Reaksi oksidasi pada senyawa organik
telah banyak dipelajari sebagai salah satu reaksi kimia yang penting, karena
produk yang dihasilkan mempunyai banyak manfaat dalam berbagai hal. Pada setiap
reaksi oksidasi hampir selalu dibutuhkan energi aktivasi yang cukup tinggi,
oleh karena itu dibutuhkan katalis yang berperan dalam menurunkan energi
aktivasi tersebut. Katalis merupakan suatu zat yang mempercepat laju reaksi
kimia tanpa terpakai oleh reaksi itu
sendiri, di mana suatu katalis berperan dalam reaksi tapi bukan sebagai
pereaksi ataupun produk. Katalis memungkinkan reaksi berlangsung lebih cepat
atau pada suhu yang lebih rendah, dengan cara menyediakan suatu jalur pilihan
dengan energi aktivasi yang lebih rendah, sehingga mengurangi energi yang
dibutuhkan untuk proses reaksi. Katalis banyak digunakan dalam proses industri
seperti dalam pengilangan minyak bumi dan proses produksi bahan kimia. Katalis
juga digunakan dalam proses produksi makanan, pembangkit listrik tenaga nuklir,
kendaraan, dan untuk kegiatan pengendalian pencemaran.
Dalam proses kilang minyak bumi,
katalis yang banyak digunakan adalah katalis reforming, isomerasi dan hydrocracking.
Untuk industri kimia, kebanyakan katalis yang digunakan adalah katalis yang
membantu pembentukan (syntetic catalysts) seperti katalis hidrogenasi,
katalis oksidasi,dan lain-lain. Untuk bidang lingkungan, katalis tertentu dapat
digunakan untuk mendestruksi senyawa yang menghasilkan bau sehingga berfungsi
sebagai deodorant. Ada juga katalis yang bisa memecah
rantai senyawa organic volatile (VOC) yang berbahaya sehingga dapat
digunakan untuk destruksi senyawa berbahaya tersebut. Katalis heterogen yang
merupakan katalis yang berada dalam fase berbeda dengan substratnya, dewasa ini
banyak digunakan di industri-industri karena pemisahan dan daur ulangnya yang
lebih mudah daripada katalis homogen yang berada dalam fase yang sama dengan
substratnya, di samping itu juga ramah lingkungan dalam pembuangan katalis yang
telah dipakai. Katalis heterogen mempromosikan reaksi dengan reaktan berwujud gas
atau cair dalam kontak dengan material padat. Salah satu bentuk katalis padat
yang sering dipakai adalah katalis dengan support di mana material katalis
aktif didispersikan melalui permukaan padatan. Alumina dipercaya menjadi salah
satu support terbaik sebab dari luas permukaannya dan kekuatan mekaniknya yang
tinggi. Campuran oksida biner dari TiO2 dan Al2O3 telah digunakan sebagai
katalis untuk berbagai reaksi seperti dehidrasi, oksidasi alkohol, isomerisasi
dan hidrogenasi. Selain itu, campuran oksida biner ini ternyata memiliki
keunggulan antara lain memiliki luas permukaan yang tinggi dan kestabilan
termal yang baik.
Berdasarkan hal tersebut, maka pada penelitian
ini akan digunakan katalis TiO2 dengan support Al2O3 (TiO2-Al2O3) dalam reaksi
oksidasi katalitik gugus OH sekunder pada 2-butanol untuk menghasilkan
2-butanon.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar